
Amazingborneo. Nyobeng merupakan penghormatan terhadap tengkorak manusia oleh Suku Dayak Bidayuh. Di Kalimantan Barat, ritual ini sudah ternama. Kementerian Pariwisata memasukkannya dalam agenda kepariwisataan internasional. Pada 15-16 Juni 2019, dihelat International Nyobeng Dayak Bidayuh Festival.
Nyobeng rangkaian Gawai, prosesi pesta panen padi Suku Dayak. Gawai dilakukan sebagai ucapan syukur pada Tuhan Yang Maha Esa atau Tipaiak’ng, dalam bahasa Bidayuh. Dalam Nyobeng, mereka memandikan atau membersihkan tengkorak manusia dengan upacara adat.
Baca Juga: CAP GO MEH & KUCHING 2020
Baca Juga: SINGKAWANG CITY TOUR
Hari itu, di hari kedua, warga Desa Rambai, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, menggelar upacara Make Tamui atau upacara naik bambu. Di Desa Rambai, suasana kekeluargaan sangat terasa. Setiap warga menerima tamu dengan tangan terbuka. Make Tamui memang sangat dinanti, saat prajurit desa membuka pintu langit, memohon perlindungan tahun ini. Bagi Suku Dayak, bertani menggunakan cara-cara kearifan lokal merupakan hal sakral. Suku Dayak dan alam merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Bercocok tanam selain upaya utama penghidupan, juga menjaga alam yang diberikan oleh Jubata atau Tuhan.Selain padi, mereka menaman ubi, timun, terung, pisang, dan beberapa jenis palawija.
Baca Juga: SEWA BUS BORNEO TRANS PONTIANAK
Baca Juga: OUTBOUND TRAINING DAN GATHERING
Untuk padi, mereka memiliki puluhan jenis lokal yang memiliki kisah, dan tempat berbeda dalam ritual adat.Dalam upacara Make Tamui, para pria pemanjat adalah orang-orang pilihan. Mereka telah melalui serangkaian seleksi adat.
Di Desa Rambai ini, para pemanjat menyandarkan bambu seukuran empat meter ke sebuah pohon.Matahari mulai meninggi. Upacara Make Tamui dimulai. Semua warga keluar dari kediamannya. Para ibu berpakaian kebaya, berbaris rapi. Kaki-kaki mereka bergemerincing, gelang terbuat tembaga melingkari pergelangan kaki. Nyayian bersahutan tak henti.
Baca Juga: PAKET DIVING LEMUKUTAN DAN RANDAYAN
Baca Juga: WISATA RANDAYAN ISLAND
Di belakangnya, beberapa pria gagah ikut berbaris.Babi, ayam, ikan yang difermentasi disiapkan sebagai sesaji. Begitu juga tuak. Bambu yang dipilih dimanterai. Disandarkan pada pohon pelaik. “Jangan dikira mudah. Semua rata-rata lihai memanjat, tapi ini ritual adat. Bisa jadi mereka tidak kuat,”
warga Rambai, yang menyaksikan ritual naik bambu itu.Para pemanjat sudah diolesi darah sesaji. Ini merupakan bentuk suka cita menyambut ritual Gawai. Ada gong, juga gendang. Warga yang mempunyai senjata api rakitan untuk berburu memasukkan mesiu, menembaki semak-semak.
Hal ini dilakukan karena dipercaya dapat mengusir hantu yang berada didesa sehingga desa menjadi aman.
Baca Juga: LOKSADO DAN BANJARMASIN TOUR
Baca Juga: TANJUNG PUTING ORANG UTAN
KAMI JUGA MENYEDIAKAN BERBAGAI MACAM PAKET LIBURAN, WISATA DAN GATHERING UNTUK KELUARGA, KARYAWAN PERUSAHAAN, ASN DAN ANAK SEKOLAHAN DENGAN HARGA YANG TERJANGKAU.
KAMI MENJAWAB SEGALA KEBUTUHAN LIBURAN ANDA.
Amazing Borneo:
- OUTBOUND DAN GATHERING KALIMANTAN,BRUNEI,SERAWAK DAN SABAH
- WISATA PULAU LEMUKUTAN
- WISATA PULAU RANDAYAN
- WISATA PULAU KABUNG
- WISATA TANJUNG PUTING
- BANJARMASIN
- SAMARINDA
- BALIKPAPAN
- TARAKAN
- DERAWAN DAN LABUAN CERMIN
- KUCHING
- BRUNEI
- KINABALU
- TAWAU
Marketing :
- Call : +62811 569 5100
- Wa : +62896 9320 4727
- Instagram : @Amazingborneo.id
- Facebook: Amazing Borneo Indonesia


Tinggalkan Balasan